
Ini Komentar saya di Koran radar Jogja tgl 12 April 2009
Nasihat
Blog ini berisi berbagai hal yang ingin saya ungkapkan, tentang pikiran saya, keluarga, teman-teman, pekerjaan dan kiprah PKS di seluruh dunia, namun tentu saja terutama di Yogyakarta.
Kepada semua pengunjung blog ini saya harap dapat terbantu dengan artikel-artikel yang saya muat.
silahkan memberi komentar jika perlu.
Komentar saya soal Money Politik
Money Politik

Dalam setiap pemilu, baik pemilu di desa (pilurdes), di kabupaten/kota (pilkada) di propinsi (pilkada), pemilu legislatif dan Pilpres selalu ada oknum-oknum yang melakukan money politik alias politik uang
Politik uang sebenarnya dilakukan oleh kandidat yang tidak pede alias berpenyakit jiwa, tidak percaya bahwa dirinya mampu menarik simpati pemilih dengan apa adanya. Dia merasa bahwa kalau dia memberi uang atau memberi oleh-oleh sesuatu barang, maka pemilih akan tertarik pada dia, atau justru kandidat yang tahu psikologi massa bahwa rakyat kita sebagian besar masih tidak menggunakan nalarnya dalam memilih, sebagian besar masih menggunakan budaya pekewuh atau segan ketika sudah menerima bantuan, hal inilah yang membuat politik di negeri ini tidak kunjung membaik, morat-marit sejak dulu.
Mungkin harus dikampanyekan bahwa : Caleg BUSUK adalah Caleg yang Bagi-bagi Uang
Caleg yang bagi-bagi uang adalah para CALON KORUPTOR bila dia duduk dikursi empuk jabatan.
Mari kita katakan tidak pada CALEG BUSUK yang bagi-bagi uang.
lho himbauan ini terlambat karena pemilu sudah usai ?
di satu sisi iya, memang terlambat, namun disisi lain, mengajak masyarakat, mengawasi dengan ketat, siapa-siapa Celg Busuk tersebut, agar kerjanya di lembaga legislatif benar-benar tidak korupsi karena beban hutang dan modal yang dikeluarkannya.
ARH
SMS pemilu

Saat pemilu kemaren, banyak SMS-SMS yang bersliweran, banyak yang aneh-aneh, lebih banyak lagi yang bersifat kampanye, hingga saat-saat pemilu berlansung.
Nah, ada beberapa SMS yang cukup mengharukan dikirim oleh banyak pihak antara lain yang berasal dari Irma (081513729xxx)tgl 9 April 2009, jam 09.14, berikut dialog antara Irma dan saya :
Irma : Rif..aku dipesenenin sama anakku 'bu, jangan lupa Pojok Kanan ataS ya, katanya... ;-D
ARH : Alhamdulillaah, itu artinya saran dari anak ibu yang sholihah..(padahal setahu saya anak perempuan ibu Irma ini masih SMP kelas 3 di Jakarta, alias belum punya hak pilih)
Irma : iya..katanya : milih aja Partai Kita Sekeluarga....
ARH : Alhamdulillaah, salam buat ananda.
dari Ustadz xxx (02749273xxx)tgl 9 april 2009 jam 08.43
Ustadz xxx : Alhamdulillaah, saya sekeluarga udah nyontreng pak Arif, Bu Nunung, Pak Cholid Mahmud, ttd ustadz xxx
ARH : Alhamdulillaah, semoga menjadi amal sholeh bagi ustadz sekeluarga, dan semoga kami bisa membawa amanah yg berat ini.
dari Fulan (0817274xxx), tgl 9 April 2009 jam 12.00
Fula : Bismillaah, semoga pilihanku bisa mengantar anggota DPR Provinsi yang amanah, amiin.
ARH : Alhamdulillaah amiin, semoga yang dipilih bisa membawa amanah tersebut.
dan masih banyak lagi yang tidak bisa ditulis di blog ini...
Semoga yg diberi amanah bisa membawa beban berat ini. Amiin.
Ternyata semuanya PKS

Beberapa hari yang lalu saya dapat SMS menarik, yang menyatakan bahwa ternyata Pak SBY, Megawati, dll semuanya PKS....
bagaimana bisa begitu ?
Begini bunyi smsnya ...
Aslm wr wb
Sobat tau gak, ternyata SBY itu PKS lho...Presiden Keren Sekali.
Megawati juga PKS, Putri Keturunan Soekarno..
Gus Dur juga PKS, Priyayi Kalangan Snatri..
Jusuf Kalla juga PKS, Putra Kelahiran Sulawesi...
Amien Rais juga PKS, Pria Kelahiran Solo...
dan yang lebih mengejutkan lagi...
Rasulullah saw juga PKS, yaitu Panutan Kita Semua...
Gimana...Kamu juga PKS khan ?
wah...
waktu sms ini saya bacakan di Fraksi PKS, temen2 pada tersenyum...
kader-kader PKS ternyata Kreatif sekali ya...Pemuda/i Kreatif Sekali....
Survey: Di DKI Jakarta, PKS Tak Terkalahkan!

Jakarta - Partai politik tetap menjadikan wilayah DKI Jakarta sebagai lahan untuk mendulang suara di Pemilu 2009. Gerindra dan Hanura diprediksi jadi dua parpol baru akan masuk dalam daftar lima besar. Namun, PKS tetap jadi partai yang tak terkalahkan.
Hasil survei cepat yang dilakukan The Jakarta Institute pada 5-6 April lalu menunjukkan hasil tersebut. Direktur Eksekutif The Jakarta Institute Ubaidillah mengungkapkan, berdasarkan survei terhadap 750 responden dengan tingkat toleransi kesalahan sebesar 2 persen didapatkan hasil: PKS diperkirakan meraih 23,8%.
Selanjutnya, Partai Demokrat denga 18,1%, Golkar 13,8%, dan PDIP 12,7%. Sedangkan Gerindra dan Hanura cukup mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat Jakarta dengan raihan 10,1% dan 6,7%.
"Sisanya, parpol-parpol yang lain tidak akan mendapat suara lebih dari 5 persen," kata Ubaidillah.
Ia memaparkan, sumbangan suara PKS berasal dari loyalitas pemilih partai itu yang mencapai 73,6%. Seperti diketahui, pada Pemilu 2004, PKS menjadi pemenang di DKI. Selain itu, banyak pemilih pemula yang berusia rata 17-25 tahun terpikat dengan PKS.
Yang menarik, lanjut Ubaidillah, masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah atau wong cilik yang diindetikkan dengan PDIP, mulai bergeser ke PKS. "Karena karakteristik pemilih di Jakarta lebih rasional ketimbang di daerah lain, apalagi pendekatan yang dilakukan PKS melalui kegiatan-kegiatan sosial," tandasnya. [inilah.com]
------
Amazing Story: Sipir Guantanamo Masuk Islam!

Sel Guantanamo yang hening di waktu malam mengantarkannya bersyahadat. Ia memeluk Islam ketika didera skeptis oleh perlakuan negaranya terhadap tahanan yang disebut teroris
-----
Oleh Chairul Akhmad
Awal tahun 2004, ia baru enam bulan menjadi sipir penjara Guantanamo. Pada suatu malam yang hening, ia berbincang-bincang dengan tahanan No 560, warga Maroko yang dikenal dengan sebutan "Jenderal". Sebuah percakapan yang membuatnya mengubah jalan hidup.
Namanya Terry Holdbrooks, ia bertugas menjaga dan mengawasi para tahanan yang kebanyakan dituding sebagai teroris oleh pemerintah AS. Holdbrooks mengawal mereka ketika akan diinterogasi, atau kemana pun mereka pergi. Namun shift malam berjalan lamban tanpa kegiatan berarti.
"Satu-satunya yang harus kau lakukan adalah mengepel lantai," ujarnya.
Ia kemudian menghabiskan malam dengan duduk bersilang kaki di lantai, berbincang-bincang dengan para tahanan lewat lubang besi pintu sel, terutama dengan tahanan No 560.
Akhirnya, hubungan Holdbrooks dengan 'Sang Jenderal' yang bernama asli Ahmad Errachidi, kian akrab.
Bincang-bincang tengah malam mereka menggiring Holdbrooks pada sikap skeptis terhadap penjara (Guantanamo). Ia pun kian berpikir tentang jalan hidupnya yang dianggap salah.
Setelah itu, Holdbrooks memesan buku-buku tentang Arab dan Islam, dan mulai mempelajari agama yang dianggapnya menarik.
Tak lama kemudian, ngobrol santai malam-malam itu pun berubah menjadi pengucapan syahadat. Holdbrooks menyodorkan pulpen dan sebuah kartu kepada Errachidi lewat lubang sel, memintanya menuliskan syahadat dalam bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Arab.
Holdbrooks mengucapkan kata-kata yang tertulis di kartu dengan suara lantang. Ia memeluk Islam, di atas lantai penjara Kamp Delta Guantanamo.
Holdbrooks, yang meninggalkan militer tahun 2005, membagi pengalamannya kepada Majalah Newsweek, dalam sebuah wawancara beberapa minggu lalu. Ia dan mantan sipir Guantanamo lainnya mengungkapkan perlakuan sadis terhadap para tahanan yang dilakukan oleh tentara, paramedis, dan para interogator yang ingin membalas dendam. Terutama terhadap tahanan yang dituding terlibat dalam serangan 9/11 di New York.
Seiring dengan munculnya kabut rahasia Guantanamo, pemandangan lainnya juga bermunculan. Termasuk adanya interaksi mengejutkan antara sipir dan tahanan; baik dalam masalah politik, agama, maupun musik. Sebuah hubungan timbal-balik yang mengundang keanehan kedua belah pihak, bahkan terkadang melahirkan empati.
"Para tahanan biasanya berbicara dengan sikap hormat kepada para penjaga yang juga menunjukkan sikap serupa," kata Errachidi, yang sudah lima tahun menghuni Guantanamo, dan kini telah pulang ke Maroko. "Kami berbicara tentang segala hal, yang biasa, hal-hal yang umum," imbuhnya.
Tingkat identifikasi Holdbrooks dengan pihak lain memang luar biasa. Tak seorang pun penjaga (sipir) maupun sukarelawan yang masuk Islam di Guantanamo.
Pengalaman di tempat kuliahnya mengajarkan bahwa para penjaga dan tahanan biasanya saling bermusuhan. Namun, Holdbrooks sepertinya membalikkan kaidah alam. Bahkan ia dituding melakukan konspirasi.
Holdbrooks tumbuh dan besar di Kota Phoenix, Arizona. Ia mengaku pemabuk berat sebelum masuk militer tahun 2002, dan "anti segalanya". Kedua telinganya berlubang dan dihiasi anting kayu, lengannya dihiasi tato hingga ke bahu. Kamar apartemennya dipenuhi memorabilia film-film horor.
Holdbrooks juga seorang pencinta lagu-lagu metal.
Holdbrooks -yang disebut TJ oleh teman-temannya- bergabung dengan militer AS hanya untuk menghindari masalah seperti yang dialami orang tuanya. Dia mengikuti kata hatinya untuk mencari ketenangan.
Pertama kali meninggalkan rumah, dia langsung bertunangan dengan seorang perempuan yang baru delapan hari dikenalnya. Holdbrooks lalu menikahinya tiga bulan kemudian.
Dengan pemahaman keagamaan yang kurang, Holdbrooks tersentak oleh ketaatan para tahanan Guantanamo dalam menjaga keimanan mereka.
"Kebanyakan orang-orang Amerika telah meninggalkan Tuhan, namun di tempat ini (para tahanan), begitu teguh menjalankan shalat," tuturnya.
Penahanan Errachidi mengundang kecurigaan Holdbrooks. Orang Maroko itu bekerja sebagai koki di Inggris selama 18 tahun, dan sangat lancar berbahasa Inggris.
Errachidi mengatakan pada Holdbrooks, ia tengah melakukan perjalanan ke Pakistan dalam rangka bisnis akhir September 2001, untuk mencari biaya operasi anaknya.
Ketika melintasi Afghanistan, ia ditangkap oleh pasukan NATO dan dijual ke pasukan AS seharga $5,000. Di Guantanamo, Errachidi dituduh mengikuti pelatihan di kamp al-Qaida.
Namun, investigasi yang dilakukan oleh surat kabar London Times tahun 2007 membenarkan cerita Errachidi. Hal ini menuntunnya ke gerbang pembebasan.
Errachidi mengaku tidak terlalu ingat malam saat Holdbrooks masuk Islam. Selain dengan Holdbrooks, Errachidi juga berdiskusi dengan para penjaga lainnya.
Topiknya beragam, terutama tentang agama Kristen dan pengorbanan Yesus. Ketika Holdbrooks berniat masuk Islam, Errachidi sempat menasihatinya, bahwa konsekuensi keimanannya akan mendatangkan kesulitan.
Setelah bersyahadat, terjadi perubahan mencolok pada perilaku Holdbrooks. Teman-temannya sesama sipir merasa aneh dengan perubahan yang terjadi pada pemuda Phoenix itu. Mereka mendengar para tahanan memanggilnya Mustapha, dan melihat Holdbrooks rajin belajar bahasa Arab.
Suatu ketika, teman-temannya sesama anggota militer menggeledah apartemen Holdbrooks di Phoenix. Mereka menggiringnya ke halaman, sementara beberapa orang lainnya masuk ke dalam kamar. Mereka menemukan tumpukan buku-buku agama Islam, al-Qur'an, juga buku The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam.
Setelah melihat bukti-bukti dalam kamarnya mereka pun pergi dan meneriaki Holdbrooks dengan kata-kata pengkhianat. Tak lupa, sang komandan memberikannya hadiah berupa bogem mentah di wajahnya.
Beberapa bulan kemudian, Holdbrooks keluar dari militer, dua tahun sebelum masa penugasannya berakhir. Begitu pensiun dari militer, ia kembali tenggelam dalam dunia alkohol. Mabuk hampir tiap waktu dan menghabiskan $60 per hari untuk membeli minuman.
Baru-baru ini, Holdbrooks kembali berhubungan dengan Errachidi, yang kini didera tekanan batin sejak meninggalkan Guantanamo. Errachidi mengaku mengalami masalah dalam menikmati kebebasannya. Ia tengah berupaya belajar berjalan tanpa bantuan tongkat penyangga, dan mencoba tidur malam dalam kondisi lampu padam.
Adapun Holdbrooks, yang kini berusia 25 tahun, sudah berhenti mabuk sejak tiga bulan lalu. Ia rajin mengikuti shalat jamaah lima waktu di Islamic Center Tempe, sebuah masjid dekat Universitas Phoenix. Kemana-mana ia selalu memakai songkok dan aktif dalam mengikuti kegiatan keislaman yang diselenggarakan di Tempe.
Ketika Imam Masjid Tempe mengenalkan Holdbrooks kepada para jamaah dan menjelaskan bahwa ia masuk Islam di Guantanamo, beberapa orang langsung merubung dan menjabat tangannya dengan erat.
"Saya kira mereka (AS) menempatkan orang-orang paling kejam di Guantanamo. Saya tidak pernah mengira ada orang seperti TJ," canda Amr Elsamny, sang imam, kepada jamaah.
Mantan sipir di penjara angker yang juga seorang pemabuk itu, kini telah menemukan ketenangan, dengan menjadi seorang Muslim.
sumber: sabili.co.id
Pengerah Massa Terbesar, PKS Raih Rekor Muri


JAKARTA - Kampanye putaran akhir yang diselenggarakan PKS DKI Jakarta pada 30 Maret 2009 memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyelenggaraan kampanye terbesar di Jakarta khususnya.
Penghargaan rekor MURI tersebut disampaikan kepada penyelenggara, yaitu DPW PKS DKI Jakarta, Selasa (7/4/2009) di Jakarta, demikian seperti rilis PKS Jakarta kepada okezone. Hadir dalam pemberian penghargaaan tersebut Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana, Panitia Pelaksana Kampanye Adang Daradjatun dan Igo Ilham, hadir pula Jaya Suprana Ketua Umum MURI yang akan menyerahkan rekor tersebut.
PKS mendapatkan rekor MURI karena berhasil mengerahkan massa terbersar, untuk memadati Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Massa PKS tersebut berdatangan dari masing-masing wilayah di DKI Jakarta. Padatnya massa PKS di Gelora BK diakui, baik oleh masyarakat maupun media, sebagai kampanye pemilu 2009 yang dihadiri massa paling besar, bila dibandingkan dengan kampanye partai-partai lain di lokasi yang sama.
Triwisaksana mengatakan penghargaan tersebut didedikasikannya untuk seluruh kader PKS di Jakarta. Menurutnya, tidak mungkin masyarakat begitu antusias mengikuti kampanye PKS bila tidak didahului kerja-kerja yang terus menerus dan tidak hanya menjelang Pemilu. "Para kaderlah yang patut mendapat penghargaan ini, berkat mereka masyarakat mau ke Gelora tanpa harus dibayar," ujar pria yang biasa dipanggil Sani ini.
Sementara itu Adang Daradjatun yang pada kampanye akbar menjadi Ketua Panitia menyatakan bersyukur atas penghargaan rekor MURI ini. Menurut caleg PKS dari Dapil Jakarta 3 ini, masyarakat pasti bisa membedakan bahwa Gelora Bung Karno pada kampanye PKS penuh dengan lautan pendukung PKS, bukan sekedar iklan yang tampak dipenuhi padahal hanya manipulasi grafis semata. "InsyaAllah ini akan menjadi penyemangat kami untuk memenangkan kembali PKS di Jakarta pada Pemilu Kamis mendatang," pungkas Adang.(ahm)
